Tampilkan postingan dengan label Architecture. Tampilkan semua postingan

APA ITU PARAMETRIK DESAIN ?



Sistem pemodelan parametrik dapat dibagi menjadi dua jenis utama sistem:

Sistem propagasi berdasarkan di mana Anda menghitung dari dikenal ke yang tidak diketahui dengan model dataflow.
Sistem kendala yang memecahkan set kendala terus menerus dan diskrit.
Form-temuan adalah salah satu strategi menerapkan sistem berbasis propagasi. Ide di balik bentuk-temuan adalah untuk mengoptimalkan tujuan desain tertentu terhadap satu set kendala desain.

Alam selalu menjabat sebagai inspirasi bagi arsitek dan desainer. Teknologi komputer telah memberikan desainer dan arsitek alat untuk menganalisis dan mensimulasikan kompleksitas diamati di alam dan menerapkannya ke bentuk struktur bangunan dan pola organisasi perkotaan. Pada 1980-an arsitek dan desainer mulai menggunakan komputer yang menjalankan perangkat lunak yang dikembangkan untuk kedirgantaraan dan industri bergerak gambar untuk "menghidupkan bentuk".



Salah satu arsitek pertama dan teori yang digunakan komputer untuk menghasilkan arsitektur adalah Greg Lynn. Gumpalan dan lipatan-Nya arsitektur adalah beberapa contoh awal dari komputer yang dihasilkan arsitektur. Baru Terminal Bandara Internasional Shenzhen Bao'an 3, selesai pada 2013, yang dirancang oleh arsitek Italia Massimiliano Fuksas, dengan parametrik dukungan desain oleh perusahaan teknik Knippers Helbig, adalah contoh untuk penggunaan desain dan produksi parametrik teknologi di gedung skala besar.

CARA MENGHITUNG LUAS DALAM METER PERSEGI


Meter persegi adalah ukuran luas dan  biasanya digunakan untuk mengukur bidang datar, seperti lantai atau lapangan . Sebagai contohnya, anda bisa mengukur luas sofa dalam meter persegi , kemudian mengukur luas ruang tagamu rumah anda juga dalam meter persegi untuk menentukan apakah sofa tersebut muat dalam di dalamnya. Jika anda hanya memiliki penggaris atau meteran yang menggunakan satuan ukuran lain ( bukan dalam meter ) , anda masih bisa menggunakannya sebagai alat ukur, hanya saja kemudian anda perlu mengkonversi hasil ke dalam meter persegi.

1Pilih penggaris atau meteran yang akan Anda gunakan. Pilih penggaris atau meteran dalam satuan meter (m) atau sentimeter (cm) yang tercetak di atasnya. Alat ini akan membuat Anda lebih mudah untuk menghitung luas dalam satuan meter persegi, karena telah dirancang dengan satuan ukuran yang sama.

2.Ukur panjang area. Meter persegi adalah satuan luas, atau ukuran benda dua dimensi seperti lantai atau apangan. Gunakan alat ukur Anda untuk mengukur satu sisi benda dari ujung satu ke ujung lainnya. Kemudian tuliskan hasilnya.

3.Jika Anda tidak bisa mengukur seluruh panjang benda dalam sekali waktu, lakukanlah secara bertahap. Ukur dengan alat ukur Anda, kemudian letakkan batu atau benda kecil lainnya tepat di titik akhirnya, sebagai penanda (seperti 1 meter atau 25 sentimeter). Ambil alat ukur Anda dan lakukan pengukuran kembali dimulai dari tanda yang sudah Anda letakkan. Ulangi hingga seluruh panjang benda terukur, dan jumlahkanlah hasil pengukuran Anda.

4.Mengukur lebar benda. Gunakan alat ukur yang sama untuk mengukur lebar benda. Sisi yang Anda ukur dalam tahap ini harus memiliki sudut mendekati 90º dengan sisi yang Anda ukur sebelumnya. Tuliskan hasil pengukuran lebar yang Anda peroleh. Terkecuali jika benda yang Anda ukur jauh lebih kecil dari 1 meter, Anda bisa membulatkan hasilnya ke sentimeter terdekat yang Anda peroleh saat melakukan pengukuran. Sebagai contoh, jika lebar yang Anda peroleh adalah 1 meter 8 sentimeter, gunakanlah '"1m 8cm" sebagai hasil pengukuran Anda, tanpa menggunakan satuan ukuran milimeter atau desimal lainnya.

5.Ubah satuan sentimeter menjadi meter. Biasanya hasil pengukuran tidak akan benar-benar tepat dalam meter, dan Anda akan mendapatkan hasil dalam meter dan sentimeter., sebagai contohnya "2 meter 35 sentimeter." Karena 1 sentimeter = 0,01 meter, Anda bisa mengubah ukuran sentimeter dengan memindahkan dua angka desimal ke kiri. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
  • 35 cm = 0,35 m, jadi 2 m 35 cm = 2 m + 0,35 m = 2,35 m
  • 8 cm = 0,08 m, jadi 1 m 8 cm = 1,08m
6.Kalikan nilai panjang dan lebar yang Anda peroleh. Setelah kedua sisi Anda ukur dan diubah ke dalam satuan meter, kalikan keduanya untuk mendapatkan nilai luas dalam satuan meter persegi. Gunakan kalkulator jika perlu. Sebagai contohnya:
  • 2,35 m x 1,08 m = 2,5272 meter persegi (m2).
7.Bulatkan hasil pengukuran Anda. Jika Anda mendapatkan hasil pengukuran dengan banyak angka desimal, sebagai contohnya 2,572 meter persegi, Anda mungkin perlu membulatkannya menjadi angka dengan lebih sedikit angka desimal, sebagai contohnya menjadi 2,53 meter persegi. Faktanya, karena Anda mungkin tidak melakukan pengukuran dengan tepat, angka terakhir dalam hasil yang Anda peroleh juga mungkin saja tidak tepat. Dalam banyak kasus, Anda bisa membulatkan hingga ke nilai sentimeter terdekat (0,01 m). Untuk hasil pengukuran yang lebih akurat, cobalah cara membulatkan ke angka yang siginifikan.
  • Kapanpun Anda mengalikan dua angka dengan satuan yang sama (sebagai contohnya meter), hasilnya selalu akan dinyatakan dalam persegi satuan tersebut (m2, atau meter persegi).

SIRKULASI TANGGA




Tangga merupakan suatu utilitas yang sangat penting bagi bangunan bertingkat. namun untuk mendesain sebuah tangga, kamu perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mendesain sebuah tangga baik itu tangga untuk rumah tingga maupun untuk perkantoran.

Silahkan kamu pelajari pada ebook di bawah ini.
Materi tentang sirkulasi ini bersumber dari rujukan utama : Alread, Jason & Leslie, Thomas (2007). Design Tech: Building Science for Architect. London: Elseiver, Linacre House, Jordan Hill, Oxford. 


SIRKULASI TANGGA.pdf


INTISARI DARI BUKU SETENGAH ISI SETENGAH KOSONG


Mungkin anda bingung saat mendengar istilah ini....
dari buku ini ada beberapa intisari yang dapat kita ambil, yaitu :

  1. Jika ingin tahu bagaimana calon istrimu,lihatlah dan pelajarilah tingkah laku dan karakter ibunya.
  2. Bukan titik yang menyebabkan tinta,melainkan tinta yang menyebabkan titik. bukan cantik yang menyebabkan cinta, cintalah yang menyebabkan cantik.
  3. Seseorang yang sudah terlalu banyak menerima pemberian (kebaikan) orang lain akan sulit menegur si pemberi ketika yang besangkutan melakukan kesalahan
  4. Nilai dari suatu persahabatan sebenarnya dilihat dari ketulusan hati dan berkorban bagi orang lain
  5. Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi, tidak ada langkah yang terlalu panjang untuk dijalani, dan tidak ada orang yang terlalu sulit untuk dihadapi ketika KITA MAMPU Menyikapi Peristiwa yang terjadi dengan Hati yang Jernih dan Kepala dingin
  6. Tua itu pasti tapi Dewasa itu pilihan
  7. Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah seseorang lebih mudah dan menyeritakan hal-hal begatif orang lain daripada positif
  8. Kemenangan kita yg plg besr bukanlah krna kita tdk prnh jatuh melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh
  9. kalo mau mgbh dunia ingat 3M : Mulai dari yg kecil, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari sekarang juga


UNSUR - UNSUR BENTUK


Unsur-unsur utama timbulnya suatu bentuk adalah adanya titik, garis, bidang, dan ruang. Masing-masing unsur tersebut memiliki sifat dan dimensinya sendiri-sendiri dalam desain. 

Titik
Sebuah titik pada dasarnya statis dan tidak memiliki dimensi . Untuk memperlihatkan keberadaan sebuah titik dalam suatu ruang atau di atas permukaan tanah, maka titik itu harus diproyeksikan secara vertikal menjadi suatu bentuk linier, seperti sebuah kolom, tugu, atau menara.

Setiap elemen kolom dalam gambar denah akan terlihat sebagai sebuah titik, dan oleh karena itu tetap mengandung ciri visual sebuah titik.     
       
Dua buah titik meIukiskan seuah garis yang menghubungkannya. Meskipun titik-titik tersebut memberikan panjang tertentu pada garis, garis itu juga dapat dianggap sebagai segmen dan garis yang panjangnya tidak terbatas.        

Dua buah titik dapat menunjukkan sebuah sumbu yang terletak tegak lurus terhadap garis yang dilukiskannya, di mana keduanya adalah simetri. Karena sumbu tersebut panjangnya tidak terhingga, maka dalam beberapa hal sumbu tersebut menjadi lebih dominan dibandingkan dengan garis yang dilukiskan tadi. 

Garis
Sebuah titik yang diperpanjang akan menjadi sebuah garis. Secara konseptual, sebuah garis memiliki panjang, tetapi tidak memiliki Iebar atau tinggi.  Garis adalah unsur penting dalam pembentukan setiap konstruksi visual.  Sebuah garis secara visual mampu memperlihatkan arah, pergerakan dan pertumbuhannya. 

Bidang
Sebuah garis yang diteruskan ke arah yang berbeda dengan arah asalnya akan menjadi sebuah bidang. Pada dasarnya sebuah bidang memiliki panjang dan lebar, tetapi tidak memiliki tinggi.   


Dalam komposisi suatu konstruksi visual, suatu bidang berfungsi untuk membentuk batas-batas sebuah volume. Bila arsitektur sebagal seni visual menguraikan secara spesifik tentang formasi volume massa dan ruang 3-dimensi, maka bidang seharusnya dipandang sebagai unsur kunci dalam penbendaharaan perancangan arsitektur.

Ruang
Bidang-bidang dalam arsitektur membentuk volume masa dan ruang tiga dimensi.  Bentuk adalah ciri utama yang menunjukkan suatu volume. Hal ini ditentukan oleh wujud dan hubungan antara bidang-bidang yang menggambarkan batas-batas dan volume tersebut.  


MENGENAL PROFESI ARSITEK DAN RUANG LINGKUPNYA

Apa yang anda ketahui tentang Arsitek?

Arsitek, secara umum dikenal masyarakat sebagai seorang perancang bangunan yang merancang dan mengawasi konstruksi suatu bangunan. Pengertian tersebut kuranglah tepat, karena lingkup pekerjaan seorang arsitek lebih luas. Profesi arsitek bukan hanya merancang struktur suatu bangunan, tetapi juga mencakup lingkup interior ruangan , lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Sehingga dapat dikatakan, arsitek adalah seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau ahli lingkungan binaan. Kini peran profesi arsitek di Indonesia telah banyak mewarnai pembangunan fisik negeri ini, bahkan sudah sampai tahap memfasilitasi pembangunan bagi masyaraat kurang mampu di daerah kumuh, perumahan danpemukiman korban bencana alam sehingga tidak hanya dinikmati kalangan masyarakat mampu.
Untuk menjadi seorang yang berprofesi di bidang arsitek, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras dan ketekunan, karena bukanlah hal yang mudah untuk menjadi seorang arsitek. Menjadi arsitek bukan hanya merancang sebuah denah secara bebas. Arsitek memang tidak dituntut untuk jago dalam mensketsa, karena seorang arsitek bukanlah tukang gambar. Dan sekarang sudah banyak aplikasi komputer yang dapat membantu pekerjaan perancangan tanpa perlu menggunakan tangan secara manual. Namun, seorang arsitek yang sesungguhnya harus memahami masalah dalam perancangan, tidak hanya memikirkan ide desain yang indah, tetapi juga harus bisa menjadi pemecah masalah dalam suatu banguna atau ruang yang dirancang. Dengan kata lain, ide  dan konsep dalam merancang haruslah kuat dan didasarkan dengan teori yang masuk akal dan sumber yang jelas. Selain itu, arsitek juga harus bisa memikirkan bagaimana dampak terhadap lingkungan sekitar perancangannya, agar bangunan tersebut tetap berfungsi dengan lingkungan binaannya. Inilah yang membedakan dengan ‘arsitek’ yang mendapat keahlian dari kursus atau autodidak dengan arsitek yang memang melalui program pendidikan yang resmi.
Di Indonesia sendiri profesi arsitek sudah menjadi sebuah profesi yang diakui dan setara dengan dokter. Jika pada profesi dokter harus masuk IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk dapat resmi menjalani profesi dan dapat praktik sebagai dokter, begitu juga arsitek. Dengan adanya praktik profesi dan masuk sebagai anggota IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) seorang lulusan arsitek secara resmi dapat berprofesi sebagai arsitek. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kegagalan-kegagalan arsitektur terutama di Indonesia. Karena pekerjaan arsitek sangatlah berhubungan dengan lingkungan, sehingga sering terjadi banyak kasus pada suatu bangunan yang mengganggu atau merugikan bagi lingkungan binaannya. Cepatnya pertumbuhan pembangunan dan jasa konstrusi ternyata disertai juga dengan banyaknya bermunculan kasus–kasus ataupun perilaku kurang terpujisejumlah oknum dan badan usaha yang merugian pengguna jasa, lingkungan,masyarakat sekitar bahan sampai kepada hilangnya nilai–nilai budaya karena rusakknya situs bangunan yang merupakan cagar budaya / bangunan bersejarah. Oleh karena itu, calon Anggota IAI diwajibkan untuk mengikuti orientasi pengenalan tentang Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek. Penataran ini mengetengahkan standar kaidah tata laku yang hendaknya ditaati dan dipatuhi oleh para anggotanya. Dan diterapkan pada semua kegiatan profesional, semua tingkatan anggota tanpa terkecuali, dimanapun mereka berpraktek. Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku Profesi Arsitek ini menunjukkan kewajiban dan tanggung jawab anggota IAI kepada masyarakat umum dan para pengguna jasa, disamping menekankan agar anggota IAI senantiasa mengembangkan wawasan arsitektur dan seni budaya serta kearifan arsitek yang bermartabat.
Seperti yang sudah diulas sebelumnya, perancangan arsitek dapat berpengaruh besar terhadap lingkungan sekitar dan binaannya. Agar perancangan dapat berkesinambungan dengan pembangunan terhahadap lingkungan, arsitek profesional perlu mengerti dan memiliki etika profesi. Etika profesi tersebut antara lain adalah: profesi harus dipandang sebagai pelayanan dan oleh karena itu sifat “tanpa pamrih” menjadi cirri khas dalam mengembangkan profesi; Pelayanan professional dalam mendahulukan kepentingan pencari keadilan mengacu pada nilai-nilai luhur; Pengembangan profesi harus selalu berorientasi pada masyarakat sebagai keseluruhan; Persaingan dalam pelayanan berlangsung secara sehat sehingga dapat menjamin mutu dan peningkatan mutu pengemban profesi.
Contoh arsitek yang terkenal di Indonesia dan berkontribusi besar pada arsitektur Indonesia, yakni Ridwan Kamil. Sebagai walikota Bandung, yang memperbaiki Bandung bukan hanya dari segi birokrasi ataupun politik, tetapi dari segi arsitekturalnya. Bandung semakin baik bukan hanya dari segi bangunan, tetapi juga lingkungan pada perkotaannya. Penerapan pemecahan masalah kota dengan teori yang arsitektural, seperti banyaknya pembangunan taman-taman untuk terbuka hijau untuk daerah resapan, jalur-jalur untuk transportasi umum yang aman dan nyaman, dan masih banyak lagi. Dan tentu saja perencanaannya dan penerapannya berdasarkan etika arsitek yang profesional dan berpengaruh baik dengan lingkungan binaannya. Selain di kota Bandung, karya beliau juga banyak tersebar di Indonesia yang kebanyakan adalah karya bangunan yang berdesain urban, yang cocok untuk masyarakat pada zaman ini. Contoh karya beliau antara lain: Hotel Santika Dyandra di Medan, Medan Focal point, Museum Tsunami Aceh, dan masih banyak lagi.
Dari pembahasan dan ulasan diatas, dapat dilihat bahwa arsitek bukan hanya memikirkan bagaimana merancang dan membangun, tatapi juga memikirkan apakah bangunan yang dirancang berpengaruh baik dengan lingkungan, bagaimana perancangan tersebut 10 sampai 20 tahun mendatang, apakah masih layak dan masih memberi kontribusi baik dengan lingkungan. Lingkup arsitek yang sangat luas ini, membuat kita berpikir, apakah menjadi arsitek profesiona dapat dicapai hanya dengan kursus atau secara otodidak? Kursus mungkin sangat membantu dalam proses untuk membuat perancangan, namun masih banyak hal yang kita dapatkan  melalui jalur pendidikan resmi universitas dan tidak kita dapatkan melalui kursus.  Memang benar, kita sudah dapat merancang hanya dengan mengikuti kursus, namun perancangan tersebut bikanlah perancangan arsitek profesional. Profesionalitas seorang arsitek berarti seorang arsitek profesional harus bergabung dalam asosiasi resmi arsitekdalam hal ini IAI. Ini menunjukkan adanya setifikasi legalitas seorang arsitek untukmendapat ijin berkerja sebagai arsitek profesional. Seseorang dapat dikatakan menjadi seorang arsitek profesional apabila selalu terus berkarya dan dilengkapi dengan persyaratan legal formal dalam bentuk sertifikasi keahlian dari asosiasiarsitek. Ini menunjukkan bahwa arsitek profesional harus bergabung dalam asosiasi arsitek untuk dapat berkecimpung secara resmi. Sumber:catchitecture
Arsitek Rahmatan lil Alamin